Jakarta, APGtimes.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan sejumlah tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Bupati Muara Enim, Edison, pada Selasa (9/6/2026).
Tim KPK mengambil keputusan itu setelah mengumpulkan bukti permulaan yang cukup dari operasi di Sumatera Selatan dan Jakarta.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan tim penyidik menaikkan perkara tersebut ke tahap penyidikan sebelum menetapkan para tersangka.
“Berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang diperoleh, diputuskan perkara ini naik ke tahap penyidikan untuk kemudian menetapkan para pihak sebagai tersangkanya,” kata Budi.
KPK Fokus Usut Proyek Pengadaan Disdik
KPK menghubungkan kasus yang menyeret Edison dengan sejumlah proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Menurut Budi, Edison diduga menerima uang yang berkaitan dengan proyek-proyek tersebut.
“Dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati terkait dengan pengadaan-pengadaan di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim,” ujarnya.
Sebelumnya, tim KPK memeriksa sejumlah ruangan di Kantor Dinas Pendidikan Muara Enim. Tim juga memasang segel di beberapa ruangan yang berkaitan dengan penyelidikan.
Tim KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah
Dalam operasi tersebut, tim KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah.
Penyidik menjadikan uang tersebut sebagai barang bukti untuk memperkuat proses hukum yang sedang berjalan.
“Untuk barang bukti sejauh ini terinformasi ada uang tunai sendiri ratusan juta rupiah,” kata Budi.
Saat ini, penyidik terus menelusuri sumber dana tersebut dan menghubungkannya dengan proyek pengadaan yang sedang mereka usut.
Penyidik Periksa Pejabat dan Pengusaha
Selain Edison, tim KPK juga memeriksa sejumlah pejabat daerah dan pengusaha.
Penyidik menduga para pengusaha memiliki hubungan dengan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Dugaan tersebut mendorong KPK menggelar operasi tangkap tangan pada Senin (8/6/2026).
Tim penyidik kini terus menggali keterangan dari seluruh pihak yang menjalani pemeriksaan.
Edison Jalani Pemeriksaan Intensif
Setelah menangkap Edison di Sumatera Selatan, tim KPK langsung memeriksanya secara intensif.
Tim penyidik kemudian membawa Edison ke Jakarta untuk menjalani proses hukum lanjutan di Gedung Merah Putih KPK.
Selain memeriksa Edison, penyidik juga terus menggali keterangan dari pihak lain yang ikut terjaring dalam operasi tersebut.
KPK Kejar Aliran Uang dan Peran Tersangka
Saat ini, tim KPK terus menelusuri aliran uang yang berkaitan dengan dugaan suap proyek pengadaan di Muara Enim.
Penyidik juga mendalami peran masing-masing tersangka untuk mengungkap rangkaian kasus secara menyeluruh.
Publik kini menunggu penjelasan resmi KPK mengenai identitas para tersangka, nilai dugaan suap, serta hasil pengembangan penyidikan.
Kasus ini menjadi salah satu OTT terbesar yang KPK lakukan sepanjang 2026 dan kembali menyoroti tata kelola proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah daerah. (de*)








