Polda Jambi Bongkar Modus Peretasan Bank Jambi Rp144,82 Miliar, Pelaku Rekrut 45 Pembuka Rekening

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, mengungkap fakta baru kasus peretasan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi atau Bank Jambi, Selasa (14/7/2026). Para pelaku selalu beraksi pada hari Sabtu dan Minggu. Dari kerugian Rp144 miliar lebih, Rp125 miliar di antaranya sudah mengalir ke luar negeri.

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, mengungkap fakta baru kasus peretasan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi atau Bank Jambi, Selasa (14/7/2026). Para pelaku selalu beraksi pada hari Sabtu dan Minggu. Dari kerugian Rp144 miliar lebih, Rp125 miliar di antaranya sudah mengalir ke luar negeri.

Jambi, APGtimes.com – Polda Jambi membongkar modus peretasan sistem Bank Jambi yang menyebabkan kerugian mencapai Rp144,82 miliar. Penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka setelah mengusut kasus tersebut selama hampir lima bulan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, menyebut ketiga tersangka berinisial DD (32), TAS (33), dan AA (35). Ketiganya berasal dari Jawa Barat.

Menurut Taufik, seorang warga negara Bulgaria bernama Alcaz mengendalikan aksi peretasan dari luar negeri.

DD Hubungkan Jaringan Indonesia dengan Pelaku Utama

Taufik menjelaskan DD berperan sebagai penghubung antara jaringan di Indonesia dan Alcaz.

Selain itu, DD juga pernah menjalani hukuman dalam kasus peretasan Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan.

Dalam kasus Bank Jambi, Alcaz meminta DD mencari orang yang bersedia membuka rekening Bank Jambi dan akun aset kripto.

Baca Juga :  Binance Dibobol, Rp114 Triliun Aset Kripto Terdampak dan Rp59,4 Triliun Belum Dibekukan

TAS Rekrut Puluhan Pemilik Rekening

DD kemudian bekerja sama dengan TAS untuk menjalankan tugas tersebut.

Keduanya berhasil merekrut sekitar 45 orang untuk membuka rekening Bank Jambi.

Menurut penyidik, Alcaz memberi upah sebesar Rp5 juta untuk setiap rekening yang berhasil mereka siapkan.

Namun, DD hanya membayar para pemilik rekening sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Setelah itu, DD menyimpan sisa uang tersebut.

AA Catat Data Rekening dan Akun Kripto

AA mengambil peran berbeda dalam jaringan tersebut.

Ia mencatat identitas pemilik rekening, nomor rekening, kata sandi, serta informasi lain yang berkaitan dengan layanan perbankan.

Selanjutnya, AA membantu proses pembukaan akun aset kripto menggunakan data para pemilik rekening.

Setelah selesai, AA menyerahkan seluruh data kepada DD. Kemudian, DD mengirim seluruh informasi tersebut kepada Alcaz.

Ribuan Nasabah Kehilangan Dana

Kasus ini mencuat pada 22 Februari 2026 ketika ribuan nasabah melaporkan saldo tabungan mereka berkurang secara tiba-tiba.

Baca Juga :  Komdigi Bongkar Modus Judi Online, Pelaku Bayar Warga hingga Rp500 Ribu untuk Buka Rekening

Hasil penyelidikan menunjukkan lebih dari 6.000 rekening nasabah mengalami dampak akibat aksi peretasan tersebut.

Penyidik menghitung total kerugian para korban mencapai Rp144,82 miliar.

Polisi Terus Telusuri Aliran Dana

Polda Jambi baru menyelamatkan sekitar Rp18,9 miliar dari total kerugian tersebut.

Menurut Taufik, pelaku mengubah sebagian besar uang hasil kejahatan menjadi aset kripto. Setelah itu, pelaku mengirim dana tersebut ke luar negeri.

Karena alasan itu, penyidik masih terus menelusuri aliran dana sekaligus memburu Alcaz yang berada di luar Indonesia.

Sementara itu, penyidik juga menyiapkan proses hukum terhadap tiga tersangka sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, dan ketentuan pidana lain yang berkaitan dengan kejahatan siber. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saksi Ungkap Bansos PMKS Labusel Dipakai untuk Cooling System Jelang Pemilu 2024
Emas 5,25 Kg Senilai Rp12 Miliar Gagal Dibawa Keluar dari Kertajati, Ini Modusnya
Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Enam Tersangka Segera Hadapi Persidangan
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB, Uang Rp106,3 Miliar Disita
Polres Merangin Sita 2 Ekskavator dalam Penindakan PETI di DAS Merangin
Bos Kasino Batam Suwanda Alias Akau Dijerat TPPU, Polisi Sita Rp 7,7 Miliar
Bareskrim Tetapkan 89 Tersangka Karhutla, Korporasi Kini Jadi Sasaran Penyelidikan
10 Personel Brimob Polda Sumut Dipecat, Judi Online hingga Narkoba Jadi Sorotan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Saksi Ungkap Bansos PMKS Labusel Dipakai untuk Cooling System Jelang Pemilu 2024

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Emas 5,25 Kg Senilai Rp12 Miliar Gagal Dibawa Keluar dari Kertajati, Ini Modusnya

Rabu, 30 September 2026 - 13:09 WIB

Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Enam Tersangka Segera Hadapi Persidangan

Rabu, 16 September 2026 - 10:09 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB, Uang Rp106,3 Miliar Disita

Rabu, 2 September 2026 - 23:59 WIB

Polres Merangin Sita 2 Ekskavator dalam Penindakan PETI di DAS Merangin

Berita Terbaru