Polisi Bongkar Brankas Rahasia, Rp60 Miliar dan Emas 74 Kg Diamankan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Temuan brankas tersembunyi di sebuah rumah di Sentul, Bogor terkait kasus korupsi PLN-Asabri, Rabu (8/7/2026).(Dok. Polda Metro Jaya)

Temuan brankas tersembunyi di sebuah rumah di Sentul, Bogor terkait kasus korupsi PLN-Asabri, Rabu (8/7/2026).(Dok. Polda Metro Jaya)

Jakarta, APGtimes.com – Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menemukan sejumlah brankas rahasia saat menggeledah beberapa lokasi di Jakarta Selatan dan Bogor. Penyidik mengaitkan temuan itu dengan penyidikan dugaan korupsi batu bara, PT PLN, PT Asabri, PT Krakatau Steel, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga dugaan suap.

Selama penggeledahan, polisi menemukan ruang tersembunyi yang menyimpan uang tunai, emas batangan, dan berbagai dokumen penting. Kini, penyidik terus mendalami hubungan seluruh barang bukti dengan perkara yang sedang ditangani.

Polisi Buka Ruang Rahasia di Restoran

Pertama, tim penyidik menggeledah restoran de Clan di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

Saat memeriksa lantai dua, petugas menggeser lemari kayu yang menempel di dinding.

Setelah itu, tim menemukan ruang tersembunyi yang menyimpan dua brankas besar.

Selanjutnya, penyidik membuka kedua brankas tersebut dan mengamankan uang tunai serta sejumlah dokumen.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan tim langsung mendata seluruh barang bukti.

Baca Juga :  Skandal Alat Praktik SMK Jambi! Negara Rugi Rp21,8 Miliar, Terdakwa Divonis Berat

Sementara itu, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebut nilai uang yang ditemukan hampir mencapai Rp60 miliar setelah tim menghitung dan mengonversinya ke rupiah.

Polisi Amankan Emas 74 Kilogram

Berikutnya, tim bergerak menuju sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor.

Di lokasi itu, petugas kembali menemukan ruang rahasia yang menyimpan sebuah brankas.

Ketika membuka brankas tersebut, penyidik mengamankan 74 kilogram emas batangan.

Selain emas, tim juga menemukan uang tunai dalam mata uang dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memperkirakan nilai seluruh barang bukti mencapai ratusan miliar rupiah.

Kemudian, petugas memasukkan emas dan uang ke dalam koper untuk proses pendataan dan penghitungan.

Money Changer Ikut Digeledah

Tidak berhenti di situ, penyidik juga menggeledah sebuah money changer yang berada di samping restoran de Clan.

Baca Juga :  Kejagung Perpanjang Penahanan 3 Tersangka Korupsi MBG, Penyidikan Masih Berlanjut

Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan uang senilai Rp7,2 miliar dalam 16 jenis mata uang asing.

Selain itu, tim juga membawa 71 dokumen untuk kepentingan penyidikan.

Menurut Budi, penyidik menduga money changer tersebut memiliki kaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang.

Karena itu, polisi masih menelusuri aliran dana dan aktivitas keuangan yang terjadi di lokasi tersebut.

Penyidik Terus Kembangkan Kasus

Victor menjelaskan penyidik menjalankan penggeledahan berdasarkan dua laporan polisi.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang.

Selain itu, tim juga menelusuri dugaan korupsi dalam penanganan PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya periode 2020–2025.

Penyidik turut memeriksa dugaan korupsi pembayaran PT CBS kepada PT KNO yang diduga melibatkan penyelenggara negara.

Saat ini, penyidik terus memeriksa seluruh barang bukti.

Selanjutnya, tim akan mencocokkan setiap temuan dengan perkara yang sedang berjalan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rp 972,8 Juta Disita Polisi dari Kasus Emas Tambang Ilegal di Riau
Terungkap! Jaringan Emas Ilegal Diduga Olah 30 Kg Sehari, Nilainya Hampir Rp3 Triliun
Dua Penambang PETI di Lahan Pemkab Merangin Ditangkap Polisi, Alat Dompeng Disita
Maraton Penggeledahan KPK di Bengkulu, Uang Rp4 Miliar Ditemukan di Rumah Kadis PUPR
Pria Curi Rp5.000 di Surabaya Divonis 4 Bulan Penjara, Keluarga Bayar Ganti Rugi Rp1 Juta
Ayah dan Anak Asal Purworejo Jadi Tersangka Kasus Bupati Pemalang, Ini Peran yang Diungkap KPK
Karyawan Swasta Diduga Retas 260 Website Sekolah hingga Pemerintah, Akses Dijual di Telegram
KPK Tetapkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Tersangka, OTT Sita Uang Rp2 Miliar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Rp 972,8 Juta Disita Polisi dari Kasus Emas Tambang Ilegal di Riau

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Terungkap! Jaringan Emas Ilegal Diduga Olah 30 Kg Sehari, Nilainya Hampir Rp3 Triliun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Dua Penambang PETI di Lahan Pemkab Merangin Ditangkap Polisi, Alat Dompeng Disita

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Maraton Penggeledahan KPK di Bengkulu, Uang Rp4 Miliar Ditemukan di Rumah Kadis PUPR

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Pria Curi Rp5.000 di Surabaya Divonis 4 Bulan Penjara, Keluarga Bayar Ganti Rugi Rp1 Juta

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB