Pekanbaru, APGtimes.com – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar masih terjadi di sejumlah SPBU di Riau. Pemerintah Provinsi Riau kini menunggu keputusan pemerintah pusat terkait usulan penambahan kuota BBM bersubsidi.
Pemprov Riau telah mengajukan tambahan kuota Bio Solar dan Pertalite kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Pemerintah daerah berharap tambahan kuota tersebut dapat membantu menjaga pasokan BBM di tengah antrean yang masih terjadi.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau Ismon Diando Simatupang mengatakan pemerintah mengusulkan peningkatan kuota setelah melihat kondisi distribusi BBM di lapangan.
Kuota Bio Solar Diusulkan Naik 9 Persen
Ismon menjelaskan, Pemprov Riau mengusulkan kenaikan kuota Bio Solar dari 1.051.207 kiloliter menjadi 1.150.000 kiloliter.
Usulan tersebut berarti kenaikan sekitar 9 hingga 10 persen.
Sementara itu, kuota Pertalite yang saat ini mencapai 99.700 kiloliter juga diusulkan naik sekitar 11 hingga 12 persen.
“Biosolar kita dari 1.051.207 kiloliter menjadi 1.150.000. Jadi memang kurang lebih kita tingkatkan 9 atau 10 persen. Kalau Pertalite-nya 99.700, naik 11 sampai 12 persen,” kata Ismon, Rabu (16/9/2026).
Namun, pemerintah daerah belum bisa memastikan tambahan tersebut karena BPH Migas masih mengevaluasi usulan.
BPH Migas Tentukan Tambahan Kuota
Pemprov Riau tidak dapat menetapkan tambahan kuota BBM bersubsidi secara sepihak. BPH Migas akan menentukan keputusan setelah mempertimbangkan hasil evaluasi penyaluran dan kebijakan anggaran pemerintah.
Ismon mengatakan pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena penambahan kuota juga berkaitan dengan APBN.
“Pengajuan penambahan kuota BBM bersubsidi ini ada kaitannya dengan APBN juga. Makanya kita masih menunggu sambil terus berkoordinasi,” ujarnya.
Pemprov Riau juga menunggu evaluasi penyaluran BBM pada triwulan IV. Hasil evaluasi itu akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan tambahan kuota.
Antrean Bio Solar Masih Terjadi
Di sisi lain, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU, terutama untuk mendapatkan Bio Solar.
Pemprov Riau menilai kondisi tersebut muncul karena beberapa faktor. Selain distribusi, kebutuhan masyarakat yang tinggi turut meningkatkan permintaan BBM bersubsidi.
Posisi Riau sebagai wilayah yang dilalui kendaraan antardaerah juga ikut memengaruhi kebutuhan BBM.
Pemprov Pantau Distribusi BBM
Pemprov Riau sebelumnya telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas untuk memantau penyaluran BBM.
Pemerintah daerah juga memperhatikan perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi. Selisih harga tersebut dapat mendorong peningkatan permintaan terhadap Bio Solar dan Pertalite.
Karena itu, Pemprov Riau terus memantau distribusi BBM di lapangan sambil menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai tambahan kuota.
Ismon mengatakan langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan BBM bagi masyarakat Riau. (de*)









